Selasa, 29 April 2025

Pemkab Bojonegoro Integrasikan Data Regsosek dan DAMISDA

Selasa, 12 November 2024 | 09:52
Oleh: Wina MM
Pemkab Bojonegoro Integrasikan Data Regsosek dan DAMISDA
Pemkab Bojonegoro Integrasikan Data Regsosek dan DAMISDA, Senin (11/11/2024).
KLIKINDONESIA (BOJONEGORO) – Pj Sekda Bojonegoro Djoko Lukito menekankan integrasi Data Regsosek dengan Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (DAMISDA) untuk meningkatkan akurasi dalam intervensi program penanganan kemiskinan yang dialokasikan dari APBN, APBD maupun APBDesa. Hal itu disampaikan saat rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan sosialisasi pemanfaatan data registrasi sosial ekonomi (Regsosek) di Partnership Room lt. 4 gedung Pemkab Bojonegoro - Jawa Timur, Senin (11/11/2024). __________________________________________________________________________________ Pj Sekda Bojonegoro Djoko Lukito menyampaikan isu kemiskinan merupakan prioritas bagi semua pemerintahan, mulai tingkat pusat sampai desa. Dan tantangannya adalah pada data. Data yang valid, terukur, dan akuntabel dapat dengan tepat dipakai agar tepat sasaran program. __________________________________________________________________________________ Sejak 2022, Pemkab Bojonegoro berkomitmen melakukan DAMISDA. Saat ini data kemiskinan daerah sudah ada sesuai dengan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor: 188/695/KEP/412.013/2024 tentang Penetapan Dan Perangkingan Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah semester I tahun 2024. “Adapun jumlah data kemiskinan yang telah ditetapkan sebesar 54.066 KK ekuivalen dengan 147.331 Jiwa,” Ungkapnya. __________________________________________________________________________________ Lebih lanjut Djoko Lukito menjelaskan berbagai inovasi dan terobosan serta kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah telah dilaksanakan dalam rangka penanganan kemiskinan. Salah satunya adalah diselenggarakannya acara pada hari ini yaitu dengan mengintegrasikan data Regsosek dengan DAMISDA. __________________________________________________________________________________ “Kami berharap dengan adanya integrasi data Regsosek dengan DAMISDA dapat memberikan gambaran lengkap untuk pendataan sasaran penerima manfaat (integrated beneficiaries registries) serta lebih meningkatkan akurasi dalam intervensi program penanganan kemiskinan baik yang dialokasikan dari APBN, APBD maupun APBDesa,” Harapnya.*

Berita Terkait

Kirim Komentar

Berita Lainnya