BOJONEGORO, KLIKINDONESIA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro – Jawa Timur, dari Fraksi PKB, Abdulloh Umar, S.Pd, kembali menegaskan pentingnya perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2025 di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Pada Senin (25/8/2025).
Dihadapan konstituennya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, politisi muda ini menekankan bahwa mayoritas masyarakat Bojonegoro adalah petani, sehingga sektor pertanian harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, problem terbesar daerah bukan hanya soal kemiskinan, melainkan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang belum merata, “Kita berharap Pemkab Bojonegoro benar-benar konsentrasi pada sektor pertanian. Intervensinya jelas, membuka lahan-lahan produktif di tiap kecamatan, dengan skema pertanian modern yang bisa menarik minat generasi muda,” Tegas Umar.
Dalam pandangan Abdulloh Umar, tren saat ini menunjukkan banyak pemuda tidak lagi tertarik bekerja di bidang pertanian. Padahal, jika dikelola dengan cara modern, pertanian bisa menjadi sektor yang menjanjikan.
Untuk itu, dirinya mendorong Pemkab Bojonegoro agar membentuk kawasan pertanian modern yang terintegrasi, disertai dukungan penuh dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan maupun sektor terkait lainnya. Dengan begitu, pertanian tak hanya sekedar pekerjaan tradisional, tetapi juga menjadi lahan inovasi, sekaligus membuka kesempatan kerja baru bagi pemuda desa.
Selain menyoroti soal minat pemuda, Ketua DPRD itu juga menegaskan bahwa kemiskinan di Bojonegoro erat kaitannya dengan ketiadaan pekerjaan tetap. Solusi yang dia tawarkan adalah intervensi teknis Pemkab agar tercipta lapangan pekerjaan baru di sektor pertanian, UMKM, hingga industri turunan.
“UMKM dan BUMD jangan hanya bergantung pada proyek strategis nasional. Mereka harus punya inovasi membuka sektor usaha baru yang bisa diakses langsung oleh masyarakat. Dengan begitu, pengangguran berkurang, dan masyarakat punya pendapatan tetap,” Pungkasnya.*[]
Penulis : Hari Eko Siswanto
Editor : Wina
Sumber Berita: KLIKINDONESIA











