Tari Kolosal Bojonegoro Gemilang Bikin Merinding, 348 Penari Suguhkan Harmoni Budaya di HJB ke-348

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, KLIKINDONESIA – Puncak perayaan Hari Jadi Bojonegoro – Jawa Timur (HJB) ke-348 berlangsung megah dan penuh makna di Alun-Alun Bojonegoro, Senin (20/10/2025).

Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan dua penampilan spektakuler yang mengguncang panggung utama: Tari Kolosal “Bojonegoro Gemilang” dan Senam Kolosal Semaphore yang melibatkan hampir dua ribu peserta Pramuka.

Kemeriahan dimulai usai upacara resmi HJB, saat panggung terbuka menampilkan Tari Kolosal “Bojonegoro Gemilang”, karya yang mengisahkan perjalanan panjang masyarakat Bojonegoro dalam harmoni tradisi, spiritualitas, dan disiplin.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tarian ini menjadi simbol semangat kebersamaan menuju Bojonegoro yang maju dan mandiri. Sebanyak 348 penari ambil bagian dalam pertunjukan ini, terdiri dari siswa-siswi SMP/MTs, SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bojonegoro, Paguyuban Jaranan dan Reog Bojonegoro, TNI Cilik binaan Kodim 0813 Bojonegoro, Komunitas Tari Sufi, serta Grup Hadrah Al-Falab.

Gabungan para penari muda dan komunitas seni ini menjadikan pertunjukan terasa begitu hidup, berenergi, dan menggugah.Tarian dibuka dengan “Tari Tangsil”, yang menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Bojonegoro.

Dilanjutkan dengan “Rampak Oklik”, di mana dentuman musik bambu khas Bojonegoro menggema, menandakan denyut nadi kehidupan rakyat yang giat bekerja dan berkarya. Tak berhenti di situ, penampilan “Dadak Merak” menghadirkan kemegahan warna-warni budaya Nusantara, disusul formasi PBB TNI Cilik yang menunjukkan kedisiplinan dan nasionalisme sejak dini.

Puncak keindahan tersaji dalam “Tari Sufi” gerak berputar yang penuh makna spiritual, melambangkan ketulusan dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Semua elemen berpadu harmonis, menggambarkan perjalanan Bojonegoro dari akar tradisi menuju masa depan yang gemilang.

“Bojonegoro Gemilang bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan perayaan jiwa masyarakat atas tanah yang mereka cintai menuju Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” demikian pesan yang menggaung dari panggung kehormatan.

Usai tarian megah, kemeriahan berlanjut dengan Senam Kolosal Semaphore — atraksi luar biasa dari 1.961 peserta Pramuka SD dan MI se-Kecamatan Bojonegoro. Jumlah peserta ini bukan kebetulan, melainkan simbol tahun lahirnya Gerakan Pramuka Indonesia pada 1961 semangat kepanduan yang abadi sepanjang masa.

Dengan iringan musik khas Bojonegoro, para Pramuka menampilkan gerakan serempak nan disiplin. Bendera Semaphore berwarna-warni melambai dalam formasi sempurna, menggambarkan nilai-nilai kerja sama, ketangguhan, dan kebersamaan.

Momen ini tak hanya memukau penonton, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda Bojonegoro siap melanjutkan estafet semangat kepanduan Indonesia tangguh, ceria, dan siap mengabdi untuk negeri. Puncak perayaan HJB ke-348 tahun ini benar-benar menjadi refleksi kolaborasi lintas generasi. Dari tari hingga senam kolosal, seluruh rangkaian acara memancarkan pesan kuat: Bojonegoro maju karena kebersamaan.

Alun-Alun Bojonegoro malam itu bukan sekedar panggung perayaan, tetapi ruang ekspresi bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneguhkan cinta, kerja, dan semangat demi Bojonegoro yang semakin gemilang, berbudaya, dan membanggakan.*[]

Penulis : Hari Eko Siswanto

Editor : Wina

Sumber Berita: KLIKINDONESIA

Berita Terkait

Meriahkan HJB ke-348, Pemkab Bojonegoro Gelar Pagelaran Reog dan Wayang Kulit di Pendopo Gandul Roso Kedungadem
Pengabdian Masyarakat UNTAG Surabaya: Puguh Tawarkan Mediasi Kolaboratif untuk Sengketa Konsumen
Kolaborasi Unwahas–UNISNU Jepara Hadirkan Program “WARIS SEHAT” Untuk Santri
Keindahan Wisata Alam Bojonegoro – Jawa Timur
Delapan Tahun Sekali, PB XIII Gelar Adhang Sakral di Pawon Gondorasan
HMTN-MP Gandeng Kophat dan TNI Perkuat Program Ketahanan Pangan Lewat Penanaman Jagung di Sukabumi
Grand Design Wajib Belajar 13 Tahun: 1 Tahun Prasekolah Jadi Fondasi Generasi Emas
Dalam Semarak HUT RI ke-80, Media News Satumenit dan E-Sorot, Berbagi dengan Anak Yatim dan Kaum Duafa

Berita Terkait

Sabtu, 15 November 2025 - 17:05 WIB

Meriahkan HJB ke-348, Pemkab Bojonegoro Gelar Pagelaran Reog dan Wayang Kulit di Pendopo Gandul Roso Kedungadem

Selasa, 16 September 2025 - 03:21 WIB

Pengabdian Masyarakat UNTAG Surabaya: Puguh Tawarkan Mediasi Kolaboratif untuk Sengketa Konsumen

Sabtu, 13 September 2025 - 13:38 WIB

Kolaborasi Unwahas–UNISNU Jepara Hadirkan Program “WARIS SEHAT” Untuk Santri

Jumat, 12 September 2025 - 05:03 WIB

Keindahan Wisata Alam Bojonegoro – Jawa Timur

Senin, 8 September 2025 - 08:57 WIB

Delapan Tahun Sekali, PB XIII Gelar Adhang Sakral di Pawon Gondorasan

Berita Terbaru